Salah satu sharing bagi pengalaman dari para suster Claris Singkawang adalah dari suster Maria Magdalena OscCap. ia adalah yang termudah dari yang sudah kaul kekal. Waktu ia masih berumur 8 bulan, ibunya sudah meninggal, ayahnya menikah lagi dan ia dibesarkan oleh ibu tiri sampai umur 10 tahun, k
emudian ia di titipkan kepada budhe nya (kakak dari bapaknya).
Waktu suster maria sudah masuk biara kontemplatif, belum kaul kekal dan berumur 26 tahun, ayahnya meninggal. Sepertinya Tuhan tidak terlalu baik pada Sr. Maria ini. Mungkin tidak terlalu sayang pada anak yang malang ini.
Waktu saya kulia di Roma, saya tinggal di biara bruder-bruder de la shalle. Salah seorang bruder itu adalah ahli psikologi dan pendidikan. Ia ditugaskan di Libanon untuk mengajar anak-anak sekolah dasar dan menengah, saya masih ingat bruder itu mengatakan: "Betapa sulitnya mengajarkan kepada anak-anak korban perang bahwa Tuhan mencintai kamu. Mereka tidak bisa membayangkan dan merasaka cinta Tuhan, karena yang mereka alami adalah kejahatan manusia, dan orang tua mereka sudah meninggal akibat perang itu").
Paus Yohanes Paulus 11 juga sudah kehilangan ibu-ayah dan kakak satu-satunya ketika beliau masih mudah.Sang santo ini menjadi frater sampai Paus dalam hidup sebatang kara. Tetapi Paus itu bisa merasakan disayangi oleh Tuhan.
Suster Maria juga begitu, saya terkesan dengan cara dan gaya nya mengungkapkan pengalamannya tentang penyelenggaraan Tuhan. Juga tentang cara nya berkomunikasi dan menyapa Tuhan dalam doa-doa spontan sambil bekerja atau bila ia sedang mengeluh. Disamping doa wajib bersama, banyak kesempatan doa pribadi dan menyapa Tuhan dalam kesibukan setiap hari. Suster mudah itu bahkan saya, "Romo, kalau berdoa itu buatlah seperti bicara dengan Tuhan, pendek-pendek, tidak usah pake rumusan yang panjang-panjang, saya belajar itu daari perjanjian lama. Musa kalau berbicara dengan Tuhan, bicara langsung. Begitu pula dengan para nabi, indah sekali! Banyak percakapan dengan Tuhan dalam perjanjian lama itu terjadi secara langsung dan sederhana. Tuhan Yesus juga mengajarkan kalau kita berdoa jangan panjang-panjang dan bertele-tele.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar